Rabu, 21 Desember 2011

Prinsip dan Proses Cetak

Artikel ini mengupas prinsip dan proses cetak, karakteristik kualitas cetak yang dihasilkan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kebutuhan jenis tinta.
Secara umum ada 6 proses cetak berikut dengan 12 metode cetak yang bersangkutan. Diluar itu ada beberapa proses cetak khusus yang digunakan dalam kondisi berbeda.
Proses Cetak & Metode
Planografi;
Proses cetak dengan menggunakan permukaan datar dan rata.
Contoh metode cetak, yaitu:
- Litografi
- Collotype
Intaglio;
Proses cetak menggunakan permukaan yang dikerik (tenggelam).
Contoh metode cetak, yaitu:
- Rotogravure
- Steel die
Relief;
Proses cetak menggunakan permukaan timbul/menonjol.
Contoh metode cetak, yaitu;
- Letterpress
- Flexography
Stencil;
Proses cetak dimana tinta didesak keluar melalui saringan (stencil).
Contoh metode cetak, yaitu;
- Screen printing
- Mimeograph
Kedua proses cetak dibawah ini dapat digolongkan sebagai proses Non-Impact. Disamping itu dilihat dari jenis data yang diproses menjadi image dalam media cetak seperti umumnya kertas, kedua proses cetak dibawah ini digolongkan juga dalam Cetak Digital. Ciri paling utama, data diproses atau dihasilkan oleh komputer.
Electrostatic;
Proses cetak dimana image dihantarkan secara eletrostatis.
Contoh metode cetak, yaitu;
- Xerography
- Eletrofax
- Laser printing
Inkjet;
Proses cetak dimana menggunakan butiran tinta yang dikenakan arus listrik (setrum).
Contoh metode cetak, yaitu;
- Continuous inkjet
- Drop-on-demand inkjet.
Ketebalan Film Tinta Cetak
Ada berbagai ragam kondisi, kegunaan, keuntungan, kerugian yang terkait dengan ke 6 proses dan metode cetak diatas.
Dibawah ini terlampir perbedaan ketebalan film tinta Cetak Analog yang diwakilkan oleh 5 metode cetak;
  1. Sheetfet offset (Litografi) = 1.3 micron (0.0013 mm) atau 0.05 mils
  2. Web offset (Litografi) = 1.5 micron (0.0015 mm) atau 0.06 mils
  3. Flexo (Relief) = 10 micron (0.010 mm) atau 0.4 mils
  4. Gravure (Intaglio) = 20 micron (0.020 mm) atau 1.8 mils.
  5. Screen (Stencil) = antara 25 – 125 micron (0.025-0.125 mm) atau 1.0-5.0 mils.
Perbandingan ini dilakukan diatas kertas Coated, dengan warna solid yang penuh, dalam ketebalan film yang (relatif) basah.
Kualitas Cetak dan Komposisi Material Tinta
Menilik perbedaan ketebalan tinta diatas, ada beberap hal yang bisa ditarik;
  1. Secara umum semakin tipis film tinta, semakin memungkinkan untuk mencetak gambar atau image dengan ketajaman tinggi. Mesin cetak offset mempunyai gambar ketajaman yang paling tinggi, sementara mesin cetak screen terendah.
  2. Proses pembuatan tinta menjadi sangat dipengaruhi oleh ketebaln tinta ini. Film tinta yang tipis pada offset membutuhkan tingkat pigmentasi lebih tinggi (untuk kekuatan warna) dibanding film tinta tebal pada Letterpress atau Flexography.
Film tinta tebal mempunyai lebih banyak filler (bahan pengisi) seperti Calcium Carbonate dan Magnesium Carbonate yang sangat berguna untuk meningkatkan sifat alir tinta di bak mesin cetak Screen Printing dan Letterpress

http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/prinsip-dan-proses-cetak/